Falsafah Buto Cakil

Posted by Kanhadewa on 03:19 PM, 08-Feb-13

Under: Budaya

Falsafah Buto Cakil

kelir.jpg

Buto Cakil

Dalam cerita pewayangan pasti tidak asing dengan nama buto cakil, walaupun dalam kitab mahabharata dan pustakarajapurwa tidak menyebut adanya buto cakil, akan tetapi dalam setiap cerita wayang buto cakil pasti keluar, dan tiap kali perang dia mati dengan senjatanya sendiri.

kelir.jpg

Sedangkan Buto cakil mempunyai watak yang sombong, tidak bisa dipercaya, pengen menang sendiri ,lalu apa sebenarnya arti atau lambang buto cakil itu sendiri. Dalam pewayangan, perang buto cakil dengan ksatria mewujudkan gambaran atau lambang dari diri kita sendiri, yaitu hawa nafsu sedangkan ksatrianya adalah diri kita sendiri, kalau buto cakil setiap perang dia mati dengan senjatanya sendiri itu mewujudkan gambaran kalau hawa nafsu itu akan tunduk dengan watak yang sabar.

buto-cakil.jpg

Jadi wayang itu tidak hanya sekedar hiburan atau tontonan, tapi mempunyai makna arti kehidupan yang sangat mendalam. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

1 responses to "Falsafah Buto Cakil"

he began martial art on 02:30 AM, 17-Jan-15

he began martial arts tinanirg some 15-20 years ago, agreed that watching black belts in sloppy gear, not knowing what they were doing next or currently was disgraceful. I can still hear the crisp cracks of black belts' sleeves as they performed their katas at Pacific Rim. There was nothing crisp in that performance.The police officer said he and some others practice privately because there is no good tinanirg available locally. An opportunity for real martial artists who are entrepreneurial. But then, maybe nobody would know the difference. Scary!might go have some Wheaties, just in case,

Subscribe to comments feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Email:

Comment:
(Some BBCode tags are allowed)